Malala Yousafzai, gadis 16 tahun asal Pakistan, masih menjadi sasaran utama kelompok militan Taliban. Menurut Taliban, ideologi Malala yang menginginkan kebebasan bagi wanita berbahaya bagi mereka.
Diberitakan CNN, Senin 7 Oktober 2013, Juru Bicara Taliban, Shahidullah Shahid, mengatakan bahwa Malala masih menjadi incaran lantaran propaganda yang dihembuskannya menentang Taliban. Dia mengatakan, Malala akan diserang lagi jika ada kesempatan.
"Kami tidak menentang Malala, tapi kami menentang ideologinya," kata Shahidullah, saat diwawancara The Telegraph melalui telepon, di lokasi yang tidak diketahui.
"Siapapun yang berkampanye melawan agama dan mengkritik Islam, seperti yang dia lakukan dengan ideologi sekulernya, adalah musuh kami dan kami akan mengincarnya lagi dan lagi," tambahnya.
Malala ditembak di kepala saat berusia 15 tahun pada 9 Oktober 2012. Saat itu, dia tengah berada di dalam bus sekolah di Lembah Swat, Pakistan. Dia berhasil selamat setelah beberapa kali menjalani operasi otak di Inggris.
Wanita berkerudung ini diincar Taliban lantaran tulisannya di blog internet soal pentingnya pendidikan bagi wanita di Lembah Swat. Di lokasi itu, Taliban dengan pemahaman tentang Islamnya yang salah kaprah telah melarang wanita untuk bersekolah.
Berbicara di PBB usai kesembuhannya, tepatnya pada ulangtahunnya yang ke-16, 12 Juli lalu, Malala mengatakan bahwa peluru tidak bisa menghentikannya. Justru akibat peristiwa itu, ujarnya, semakin banyak yang mendukung pendidikan bagi wanita.
Dalam wawancara dengan BBC, dia mengatakan bahwa Taliban telah merusak nama Islam. "Membunuh orang, menyiksa dan mencambuk mereka, itu bertentangan dengan ajaran Islam," kata dia.
Nama Malala masuk dalam salah satu calon penerima Penghargaan Nobel Perdamaian yang akan diumumkan pada Jumat ini. Bukunya berjudul "I am Malala" akan dipublikasikan Selasa ini, dan pada 18 Oktober nanti, gadis yang sekarang tinggal di Inggris ini akan bertemu dengan Ratu Elizabeth di Istana buckhingham.
"Saya akan menjadi politisi di masa depan. Saya ingin mengubah masa depan negara saya dan ingin mewajibkan pendidikan," kata dia.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu